Hai tetangga..
Lama sudah kita tak bertemu, seminggu yg lalu kamu melangsungkan janji suci dgn teman hidupmu...
Hai orang yg selama ini aku perjuangkan...
Ternyata takdir berkata lain, awalnya aku merasa yakin lalu restu orang tuaku merobohkan semuanya..
Hai kamu yg selalu aku tunggu...
Ternyata aku salah menilaimu..
Tanpa kabar dan berita, bahkan yg membuat sakit berita yg ku dapat bukan darimu langsung akan tetapi dari orang lain...
Apa bukti dari janjimu? bodohnya aku yg terlalu percaya...
hanya satu doaku untukmu, kamu bahagia dengan dia...
Aku iklas melepasmu, karena Allah....
Rabu, 23 Maret 2016
Minggu, 20 Maret 2016
SESEORANG YANG KU TUNGGU
Part 1
“ nduk bangun nduk sahur,bapak sudah menunggu di Meja makan“
panggil ibu sambil menggoyang-goyang kan tubuhku membangunkanku untuk sahur.
“iya buk ana bangun “ jawabku sambil membuka selimut dan
berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah.
Setelah membersihkan wajah aku menghampiri bapak, ibu dan
adik ku yang sudah duduk siap untuk sahur, setelah kami semua kumpul bapak
memimpin doa makan sahur.
Sederhana menu sahur pagi ini, masakan ibu yang selalu aku
rindukan di saat aku berada di tanah perantauan.
Selepas sholat subu aku berpamitan sama bapak dan ibu untuk
keliling komplek sambil mengenang masa kecil ku di sini...
Saat aku kecil di bulan ramadhan seperti ini aku
menghabiskan banyak waktu untuk bermain bersama teman-teman ku, saat kami menunggu
buka puasa kami bermain meriam kecil dari bambu yang kami buat sendiri, kami
beri minyak tanah lalu kami sulutkan dengan api tidak lama setelah itu keluar
suara dorrr dari dalam bambu tersebut, lalu kami membuat petasan dari karbit
dan kaleng susu, masa kecil ku dulu penuh dengan kreativitas dan imajinasi,
saat itu belum ada petasan jadi kami membuatnya sendiri dengan alat
dan bahan yang telah ada.
Kota kelahiranku adalah tempat yang sangat aku rindukan
saat aku berada di luar kota, tempat yang sangat lekat dengan kehidupan masa
kecilku, kehidupan warga nya yang sangat ramah, sederhana, dan penuh dengan
hangatnya persaudaraan, akan tetapi saat ini keadaan di sini sudah berubah,
perumahan yang semakin padat membuat keadaan semakin sunyi, sedikit sekali aku
melihat canda tawa, kumpulan anak-anak yang sedang bermain di halaman rumah,
suara tawa dan tangis, saling jahil antar teman, karena saat ini kebanyakan
masyarakat di sini hidup individualis.
Upps... Perkenalkan namaku Ana Sholeha biasa di panggil
ana, aku anak pertama dari dua bersaudara, adikku perempuan baru duduk di
bangku sd kelas 5, saat ini aku sedang studi S1 di salah satu Universitas Negri
di Kota Palembang.dan aku saat ini berada di semester 8, karena tidak ada
jadwal kuliah lagi, mahasiswa semester banyak ni... jadi aku bisa pulang ke
kota kelahiranku
tercinta.
Aku sangat menikmati hari-hari ku di sini, bernostalgia
mengenang masa-masa kecil ku. menikmati hari-hariku di sini bertemu dengan
teman masa kecilku yang sebagian telah berkeluarga.
*_____*
Saat aku sedang berjalan-jalan menikmati udara pagi
tiba-tiba ada yang memukul pundakku dan...
“Assalamuallaikum Ana, apa kabar kamu? udah pulang toh “
sapa teman masa kecilku Dewi namanya ia sedang berjalan-jalan menikmati udara
pagi bersama suaminya.
“waalaikumsalam, Alhamdulillah kabar baik dewi, kamu apa
kabar? buat iri aja ini pagi-pagi udah jalan sama suami.” Jawabku sambil
menyenggol lengan temanku menggodanya.
“Alhamdulillah kabar ku juga baik,dan sekarang aku sedang
mengandung anak pertama, kapan ni kamu nyusul?” godanya balik.
“Insya Allah, secepatnya doain ya, kalau jodoh pasti
bertamu .” jawabku sekenanya dan tersipu malu.
Tak lama kami berbincang lalu dewi dan suami izin pamit
karena suaminya akan bersiap-siap untuk bekerja.
Lalu aku melanjutkan jalan-jalan pagiku, saat aku sedang
asik jalan, tiba-tiba aku menemukan kerumunan anak kecil yang sedang asik
bermain, lalu aku menghampiri mereka, sebagian dari mereka mengenal aku, karena
sebagian dari mereka pernah mengaji dengan ku dulu waktu aku masih duduk di
bangku SMA, sejak aku kelas 1 SMA aku sudah mengajar mengaji, sholat, dan
hapalan Qur’an anak-anak di komplek ku, semenjak aku keluar kota untuk
melanjutkan studi S1 ku aku berhenti mengajar mereka.
“Ana...”
tiba-tiba ada suara laki-laki yang memanggil namaku sontak
aku langsung berbalik mencari sumber suara.
bersambung
note : cerpen "seseorang yang ku tunggu" akan
update setiap minggu loh.... selamat membaca dan jgn lupa tinggalkan
komentarnya ya :) harap di maklumkan kalau tulisanny kurang sempurna, dariku
yang baru belajar menulis, komentar yg membangun bisa membantu ku dalam
memperbaiki cerita dan tulisan, begitupun dengan ide-ide briliant dari kalian
semua, terimakasih :)
Langganan:
Postingan (Atom)